Photonosh Blog --> Saya akan mencoba berbagi informasi apa saja tentang fly fishing. Apa yang pernah saya baca, apa yang pernah saya dengar dan apa yang sudah saya praktekkan,. Belum lama mengenal teknik memancing ini, tapi mempelajarinya sangat ternikmati bagi saya. Begitu banyak referensi mengenai fly fishing, namun hampir semuanya berbahasa asing. Semoga apa yang saya tulis disini dapat bermanfaat.. Salam lestari..

  • Popper Fly

    Dulu saya mengira fly fishing hanya untuk target ikan trout, salmon dan bass,. ternyata lebih dari itu, kita juga punya banyak spesies ikan yang bisa dipancing dengan teknik fly fishing [...]

  • Fotografi Makro

    Belajar kebesaran-Nya dari makhluk-makhluk kecil-Nya[...]

  • Fly Fishing Hampala

    Fly fishing dengan target ikan hampala adalah selalu menyenangkan [...]

  • Fly Fishing Mahseer

    Fly fishing dengan target ikan mahseer adalah selalu menyenangkan [...]

  • #

    #

Ikan Mahseer Indonesia, the Fish of God.

Posted by Andy Nosh On 00:10 13 comments

Ikan mahseer. Awalnya saya tidak begitu tertarik dengan ikan jenis ini. Bahkan sempat merasa aneh ketika Ariel, teman mancing saya, begitu memuja-muja ikan ini. Postingannya disalah satu group fly fishing selalu terkait betapa asyiknya mancing ikan ini. Hingga pada suatu saat saya berkesempatan memancing mahseer di Sabah, Malaysia. Ternyata benar, mamancing mahseer memang mempunyai keasyikan tersendiri. Selain tenaga ikan yang kuat melengkungkan joran pancing, serta teknik mancingnya yang susah-susah gampang, spot mahseer juga mempunyai susana dan pemandangan yang indah. Biasanya di daerah pegunungan dengan air jernih yang mengalir diantara bebatuan lepas. Dan ternyata, ikannya sendiri juga sangat menarik, sisiknya besar, tertata rapi dan berkilau.


Spot Mahseer di Sabah.
Penulis Saat Strike Mahseer,. Mantabh.
Sejak saat itu saya mulai tertarik mempelajari teknik mancing ikan mahseer dan mencari referensi terkait ikan ini. Menurut www.fishbase.org panjang maximal ikan ini mampu mencapai 275 cm dan berat terbesar yang dilaporkan mencapai 54 kg. Pantas saja jika ikan ini diberi julukan King of the River.
Ternyata potensi di negara kita tidak kalah dengan negara tetangga yang lebih dulu menjual paket wisata memancing ikan mahseer. Sebut saja Thailand dan Malaysia, negara tersebut sudah berhasil mengkonservasi ikan ini dan menjualnya menjadi paket wisata. Naaah,.. berdasarkan pengalaman itu mari kita gali potensi wisata mancing di wilayah kita, dengan paling tidak kita selamatkan dulu ikan-ikan lokal agar tetap lestari dan jauh dari kepunahan. Baiklah, kita mulai dari mengenal lebih dekat tentang ikan mahseer di Indonesia.
Nama “Mahseer” sendiri cukup menarik untuk ditelisik lebih lanjut. Berikut beberapa data mengenai asal usul nama mahseer dari beberapa bahasa:
  • # Hindustan, dari kata; Maha : besar, hebat, tinggi dan Sir : kepala.
  • # Persia, Mahi Sher dari kata; Mahi : ikan dan Sher : singa.
  • # India, Mahasaula yang artinya sisik yang besar.
  • # Sansekerta, Matsya yang artinya ikan.

Mahseer Indonesia
Nama mahseer sendiri merupakan nama umum yang digunakan untuk menyebut ikan yang tergolong dalam genus Tor, Neolissochilus dan Nazirator. Namun sebagian besar orang cenderung lebih membatasi penggunaan nama mahseer hanya untuk ikan dalam genus Tor saja. Perlu diketahui bahwa dalam genus Tor terdapat lebih dari 20 spesies ikan. Tergolong dalam suku Cyprinidae, mahseer masih berkerabat dekat dengan ikan mas, tawes dan nilem. Menurut salah satu artikel dalam suatu jurnal ilmiah karangan Haryono, Indonesia memiliki 4 spesiesnya Tor yaitu; Tor soro, Tor tambra, Tor tombroides, dan Tor douronensis.


Fly Fishing Mahseer dengan Nymph, Lampung
Ikan genus Tor merupakan ikan air tawar lokal Indonesia yang keberadaannya terancam punah. Berdasarkan Daftar Merah Jenis Terancam Punah yang diterbitkan oleh IUCN tahun 1990 tercantum 29 jenis ikan dari Indonesia, diantaranya semua Genus Tor (Kottelat dkk., 1993). Terbitan IUCN tahun 2012 tercantum 12 jenis dari ikan Genus Tor yang terancam punah, diantaranya Tor Tambraides dan Tor Tambra dari Indonesia (Rahayu dkk).
Ikan Lempon Tangkapan Pemancing Lokal Banjarnegara.

Secara sederhana pembeda diantara spesies-spesies tersebut berdasarkan bentuk sisik, ada tidaknya cuping pada bibir bawah dan ukuran cupingnya. Perlu diperhatikan bahwa banyak terjadi kesalahan dalam penamaan mahseer, karena taxonomy mahseer memang membingungkan. Saat ini orang cenderung mudah memberi nama mahseer berdasarkan warna sisiknya. Padahal, faktanya mahseer mempunyai kemampuan berkamuflase dengan lingkungan sekitarnya sehingga warna sisiknya tidak dapat dijadikan patokan. Perbedaan warna sisik dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kimia habitat ikan tersebut, seperti pH, salinitas, kesadahan, kandungan oksigen terlarut, cahaya, temperatur air dll. Sekilas dapat dikenali bahwa mahseer Kalimantan lebih berwarna merah dibandingkan mahseer Sumatera dan mahseer Sumatera lebih merah dibandingkan dengan mahseer Jawa. Jadi jangan heran kalo melihat Tor soro terlihat berwarna keemasan, kemudian buru-buru menamainya Golden Mahseer. Khusus untuk Golden Mahseer sebenarnya nama ini khusus diberikan untuk spesies Tor putitora (Himalayan mahseer) dan sampai saat ini belum ada literatur yang menyebutkan keberadaan spesies ini di Indonesia.


Cuping pada Tor tambroides (atas) dan Tor tambra (bawah) Tanpa Cuping.
Ciri-ciri pembeda spesies mahseer sulit dikenali untuk ukuran ikan dibawah 30cm; terkadang key-pointnya belum muncul. Beberapa ciri pembeda antara spesies ikan mahseer yang berhasil saya kumpulkan dari berbagai sumber diantaranya adalah sebagai berikut:

Tor soro
Tor Tambra
Tor Tombroides
Tor douronensis
Sirip dubur lebih pendek daripada sirip punggung
Cuping berukuran sedang pada bibir bawah, tetapi tidak menyentuh ujung bibir
Terdapat cuping di pertengahan bibir bawah yang mencapai ujung mulut
Cuping berukuran sedang pada bibir bawah tidak mencapai sudut mulut
Bibir bawah tanpa celah tengah
*tidak mempunyai cuping
Bagian jari terakhir sirip punggung yang mengeras lebih pendek daripada kepala tanpa moncong
Tor tambroides sisiknya 2 layer (ada sisik halus di pangkal sisik) dan bentuk sisik cenderung membulat / loinjong (Dinosapto, Kaskus)
Bagian jari terakhir sirip punggung yang mengeras panjang nya sama dengan kepala tanpa moncong
Tor soro sisiknya trapesium / membentuk sudut. (Dinosapto, Kaskus)


Tor douronensis sisiknya seperti Tor tambroides, namun layernya tidak sejelas tambroides. (Dinosapto, Kaskus)
Utomo & Krismono, 2006 dalam USU















Budidaya Mahseer
Dari data yang saya temukan saat ini terdapat badan usaha yang secara intensive sedang melakukan pembiakan ikan Mahseer. Berlokasi di daerah Cipendok - Purwokerto - Jawa Tengah . Menurut data di website mereka, terdapat tiga spesies Tor yang berhasil mereka budidayakan.
Pertumbuhan ikan dalam kolam budidaya cukup cepat jika merujuk pada tabel yang saya temukan berikut :

Tahap I
Awal = 5cm (Pendederan I)
Akhir = 15cm (Pendederan II)
Jk. Waktu = 4 bulan
Tahap IV
Awal = 35cm / 1kg (Pembesaran I)
Akhir = 50cm / 2kg (Pembesaran II)
Jk. Waktu = 12 bulan
Tahap II
Awal = 15cm (Pendederan II)
Akhir = 25cm (Pendederan III)
Jk. Waktu = 8 bulan
Tahap V ~ dst.
Jk. Waktu = 14 bulan / kg

Tahap III
Awal = 25cm (Pendederan III)
Akhir = 35cm / 1kg (Pembesaran I)
Jk. Waktu = 6 bulan


Dalam buku ” SYNOPSIS OF BIOLOGICAL DATA ON THE TOR MAHSEER, Tor tor (Hamilton, 1822)” umur relatif ikan dapat diketahui melalui jumlah lingkar tumbuh pada sisik ikan. Gambar di bawah ini menunjukkan umur relatif ikan berdasarkan sisiknya. Gambar kiri menunjukkan umur ikan 5 tahun dan gambar sebelah kanan menunjukkan umur 6 tahun.  




Distribusi mahseer di Indonesia
Ikan Mahseer sendiri penyebarannya hampir merata di seluruh Indonesia, namun untuk Indonesia bagian timur sampai saat ini belum ada sumber yang mengatakan adanya keberadaan spesies ikan ini. Nama lokal ikan Mahseer berbeda-beda di tiap daerah. Berikut ini beberapa nama lokal ikan mahseer yang berhasil saya himpun :
1. Ikan Jurung (Sumatera Utara)
2. Ikan Lempon (Tor soro, Kab. Banjarnegara)
3. Ikan Tambra (Tor tombroides, Kab. Banjarnegara)
4. Ikan Mangur (Kab. Sleman)
5. Ikan Soro (Kab. Ciawi)
6. Ikan Semah (Palembang)
7. Ikan Kancera (Tor soro, Kab. Kuningan, Haryono 2008)
8. Ikan Kancra Bodas (Kab. Kuningan, Jawa Barat)
9. Ikan Kerling (Aceh)
10. Ikan Pedih (Gayo, Aceh)
11. Ikan Raja (Batak)
12. Ikan Gariang (Padang)
13. Ikan Sirangh (Lampung Barat)
14. Ikan Dewa (Jawa Barat)
15. Ikan Tombro (Jawa)
16. Ikan Sapan (Kalimantan Tengah)
17. Ihan Batak (Sumatera Utara)
18. Ikan Kelah (Kalimantan)

Mohon jika ada pembaca yang mempunyai data lebih upadate tentang ikan ini bisa ditambahkan ke kolom komentar. Semoga dapat menambah khasanah ilmu ikan ini.

Cara Melempar Umpan Fly Fishing (Fly Casting)

Posted by Andy Nosh On 22:48 2 comments

Fly casting is one of the most exciting and challenging aspects of fly fishing.
Better Flycasting not only dramatically improves your success on the water; it unifies the art and science of fly fishing.
Sebelumnya, coba luangkan waktu menikmati videonya,. ini bisa menjelaskan apa yang dimaksud quote diatas. Indah sekali bukan,.?! melihatnya saja kita bisa menikmati,. apalagi kalo kita juga bisa melakukannya & disambar ikan,. striiiikee..!! ahhh luar biasa rasanya.. Baiklah kita mulai,. Karena saya baru belajar, jadi yang saya uraikan juga yang dasar-dasar saja,. hwehehe..  

CARA MEMEGANG GRIP Casting yang baik diawali dengan cara memegang grip yang pas. Yang pas adalah yang sesuai selera. Yang penting adalah tetap relaks dan jaga senyaman mungkin saat mengayun joran. Salah satu cara yang dianjurkan adalah dengan meletakkan jempol diatas grip dan berseberangan dengan jari telunjuk seperti pada gambar.
Cara memegang fly rod

Saat mengayunkan joran ke depan dan ke belakang, jangan melulu menekan grip. Ini akan membuat tangan cepat letih. Rubah-rubahlah tekanan telapak tangan saat memegang grip. Tekanan terbesar diberikan disaat menyentak joran, seperti gerakan meremas grip. Baik untuk mengayun ke depan ataupun ke belakang.  

POSISI PERGELANGAN TANGAN
Pergelangan tangan diusahakan tetap kokoh saat melakukan casting, pergelangan yang kokoh akan mentransfer energi dari tubuh ke joran dengan lebih efisien. Posisi pergelangan tangan yang disarankan saat mengayun joran ke belakang (back cast).
Posisi pergelagan tangan seperti ini akan menghasilkan bentukan arah fly line seperti pada gambar dibawah ini. Fly line yang berbentuk huruf "U" tidur seperti pada gambar disebut loop. Saya belum menemukan padanan kata yang dalam bahasa Indonesia untuk kata loop.
Posisi pergelangan tangan yang tidak disarankan saat mengayun joran ke belakang (back cast).
Posisi pergelangan tangan seperti ini kan membuat loop (huruf U) yang terlalu lebar. Bentuk loop semacam ini akan membuang banyak energi sehingga larinya fly line tidak optimal.
POSISI FLY LINE Saat akan memulai mengayunkan joran, posisi benang perlu diperhatikan. Benang sebaiknya lurus, saat benang lurus dan kita memulai menganyunkan joran ke belakang sesaat itu juga joran akan menyimpan energi. Sesaat setelah joran diayun segera joran akan melengkung karena beban benang fly. (loading).
Posisi yang benar saat akan memulai cast.
Posisi yang tidak benar saat akan memulai cast. Energi akan terbuang percuma.
Bentukan loop yang ideal seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Seorang yang mahir dalam fly casting mampu membuat loop yang sangat sempit dan mendekati garis horizontal.
 
 

 Bentukan loop  yang tidak ideal, loop terlalu lebar sehigga benang sulit untuk terlempar jauh.
 

Cara mengayunkan joran yang tidak lurus akan menyebabkan tailing loop, yaitu benang fly menjadi terbelit saat dilempar.



Latihan,. melempar benang fly dengan baik mustahil dapat dilakukan tanpa serangkaian latihan. Banyak sekali video tutorial fly casting yang bisa anda lihat di youtube, namun jika anda ingin mengetahui secara lengkap dan lebih lanjut tentang fly casting anda bisa dapatkan DVD tutorialnya di halaman Video Fly Fishing.



Sumber bacaan;
www.christopherrownes.com

Fly Line (Benang / Senar Fly Fishing) Bag. II

Posted by Andy Nosh On 04:05 No comments

Menyambung artikel fly line bag. 1,
Ini adalah contoh lebih detail mengenai notasi dalam benang fly fishing, berikut dengan keterangannya.

Dua contoh notasi dalam benang fly fishing
Contoh 1 : Fly line weigth foward taper, ukuran benang 5wt, benang akan tenggelam ketika di air.
Contoh 2 : Fly line double taper, ukuran benang 3wt, benang akan mengapung di permukaan air.
Notasi / singkatan yang digunakan dalam penamaan fly line
Jenis taper yang sering dijumpai dan lebih umum digunakan adalah jenis WF dan DT. Benang jenis weight foward (WF) mempunyai bagian depan yang lebih berat. Jika benang dibagi 2 sama panjang maka bagian depan memiliki dimensi dan berat yang lebih besar. Lain halnya dengan benang jenis double taper, jenis benang ini jika dibagi dua sama panjang akan memiliki dimensi dan berat yang sama antara bagian depan dan belakang (double). Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Perbedaaan bentuk benang WF dan DT

Penjelasan detail kedua jenis taper tersebut, mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing taper serta mana yang lebih baik diantara keduanya akan saya tulis pada artikel yang lain.


Cara Membuat AWS Spoon Fly

Posted by Andy Nosh On 01:46 21 comments

Saya membuat patern AWS Spoon fly ini terinspirasi dari Casper spoon buatan Mas Wahyu Casper. Konon ceritanya dedengkot spoon di daerah Jateng - DIY adalah dr. Zen. Harus berterimakasih kepada mereka berdua, membuat fly fishing menjadi tidak begitu suram.
AWS Spoon Fly
Saya akan mencoba membuat tutorial sejelas mungkin. Namun jikalau anda belum berhasil membuatnya / tidak mau repot / tidak punya banyak waktu, anda bisa hubungi saya untuk pemesanan. :)

1. Alat & Bahan

Bahan utama pembuatan AWS Spoon adalah kaleng bekas. Nanti anda silahkan berexperimen kaleng bekas apa yang paling bagus. Yang penting jangan terlalu tipis atau terlalu tebal.








2. Cetak Pola AWS Spoon & Mal


Silahkan polanya di copy, di cetak, pilih ukuran yang sesuai, kemudian di mal kan pada kaleng yang telah disediakan. Lalu gunting sesuai dengan pola.
Pola AWS Spoon saya sediakan dibagian akhir halaman ini.





3. Buat 2 Lubang & Bentuk Lekukan 
 

Setelah digunting, buat lubang di tiap ujungnya.
Lalu buat lekukan seperti pada gambar di samping. Lekukan tidak harus sama persis, asal sudah melengkung itu cukup. Tidak harus presisi dengan sudut lengkungan tertentu. Saya membuat AWS Spoon tidak pernah konstan lengkungan nya, tapi tetap bisa berputar.


Alat yang digunakan untuk membuat lengkungan sangat sederhana yaitu sesuatu yang mempunyai ujung yang bulat. Tekan dengan kuat dan dorong mengikuti arah memanjang spoon, maka dengan mudah akan terbentuk lengkungan yang simetris. Atau anda bisa juga menggunakan alat apa saja yang penting bisa membuat lengkungan simetris. Dengan menekan spoon pada tangkai obeng, mengikuti lengkungan nya. Atau dengan menekuk sedikit demi sedikit tepi spoon dengan tang,



4. Pasang Hook

Dimulai dengan membuat simpul pada hook menggunakan benang PE. Lalu masukkan ujung benang yang tidak terikat hook melewati kedua lubang. Kaitkan ujung benang dengan swivel ukuran kecil. Jika anda memakai joran dengan wt kecil ( < 4wt ), penggunaan swivel mungkin  membuat spoon terasa berat. Anda bisa menggunakan simpul "perfection loop" sebagai gantinya. Tenang saja AWS Spoon akan tetap berputar meski tanpa swivel. Hanya saja leader akan akan sering melintir. Jika anda menggunakan furled leader itu sudah cukup mengurangi efek melintir.

Saat memasang hook & swivel akan lebih mudah jika menggunakan fly tying vise.
 
5. Finishing


Untuk finishing anda bisa menggunakan sticker scotlite atau menggunakan gliter bubuk.

Sebelumnya lem dulu benang PE dengan body spoon menggunakan lem G / alteco. Kemudian lapisi scotlite, potong rapi, pasangkan 3D eye. Jika anda ingin praktis coating cukup menggunakan kutek kuku. Namun untuk hasil maximal dapat menggunakan lem UV atau bisa juga menggunakan epoxy.


Bahan untuk coating aws spoon, semakin tebal akan semakin berat. Gunakan setipis mungkin untuk fly line dengan wt kecil.
Pola AWS Spoon Fly. Penambahan dimensi lebar spoon membuat spoon lebih berat untuk di cast & cukup berat juga untuk retrieve nya. Mengakalinya dengan hanya menambah panjang spoon. Ini cukup membuat efek umpan lebih besar tanpa terlalu menambah berat.


Salah satu spesies ikan yang berhasil ditangkap degan AWS Spoon FLy.

Mas Bayu strike bader, aws spoon
Link beberapa spesies ikan yang terpancing dengan AWS Spoon
fly-fishing-hampala
ikan-target-fly-fishing

Cara Membuat Popper Head Fly Dari Busa Eva

Posted by Andy Nosh On 20:15 10 comments






Cara ini saya dapatkan di rekan saya Pak Vincentius Wibisono. Semua gambar yg ada di tutorial ini hasil jepretan beliau. Dengan sangat gamblang beliau menjelaskan kepada saya. Berikut penjelasan beliau bagaimana langkah-langkah membuat  popper head dari bahan busa eva.


Bahan yang digunakan adalah busa eva. Anda bisa menggunakan busa rangkaian pancing seperti gambar disamping.
Jika tidak ada busa seperti disamping, bahan alternatif nya adalah sandal bekas.. :)










Peralatan yang digunakan adalah bor tangan, mata bor, dan amplas.
Mata bor dibuat berbahan ruji atau kawat stainless kecil. Seperti pada gambar,










Ukuran amplas 80 & 120.
Atau bisa ditambahkan satu lagi ukuran yg lebih halus.



Busa eva dipotong dibentuk agak bulat dengan bantuan cutter atau gunting.
Lalu ditancapkan pas di tengah as nya.

Busa diamplas dengan nomor yang paling kasar terlebih dahulu. Jika sudah mendekati bentuk yang diinginkan ganti dengan amplas yang lebih halus.Amplas jangan terlalu ditekan, nanti selip. Ada bagusnya amplas ditempel pada kayu, bisa tangan gk panas. Gesekan busa & amplas menimbulkan panas yang lumayan.

Untuk pembuatan cekungan bisa menggunakan cutter. Dengan amplas juga bisa, tapi dari segi hasil cutter lebih bagus.
Permukaan yang tidak rata atau kasar akibat gesekan amplas bisa diperhalus dengan sedikit api dari korek. Setelah itu pada kondisi panas digesut pakai badan gorek gas supaya halus.

Bentuk trisula berjuan untuk material yang tidak menjepit seperti busa eva. Misalnya kayu balsa. Hanya saja proses pengamplasan nya dibalik. Mulut poper menghadap trisula, kita mengamplasnya dari ekor terlebih dahulu. Untuk kayu balsa pembuatan cekungan mulut popper tidak bisa menggunakan cutter, lebih baik menggunakan amplas.

Ini adalah salah satu popper yang saya hasilkan dari proses yang diajarkan Pak Vincent.


Mengenal Teknik Mancing "Fly Fishing"

Posted by Andy Nosh On 21:14 6 comments

Teknik mancing ini menggunakan umpan yang sangat ringan (flies), umpan ini hanya bisa dilempar jauh dengan menggunakan senar yang mempunyai desain khusus dan berat tertentu. Joran pada fly fishing yang akan melempar senarnya, dan senarnya yang akan menghantarkan umpan tersebut ke titik tujuan. Ini yang menjadi salah satu kelebihan teknik fly fishing, yang tidak dapat anda jumpai di teknik lainnya. Anda bisa melemparkan umpan tiruan serangga yang sangat ringan dengan jarak yang cukup jauh.

Teknik fly fishing memang berkaitan erat dengan teknik mancing ikan salmon & trout, tapi bukan berarti kita tidak bisa mengaplikasikan nya di Indonesia. Banyak sekali spesies-spesies ikan di negara kita yang bisa kita tangkap dengan teknik ini, anda bisa lihat hasil tangkapan sebagian kecil spesies ikan lokal pada galeri foto di blog ini.


Alat yang digunakan juga cukup unik. Berbeda dengan teknik mancing yang lain nya. Joran, senar & reel nya mempunyai desain khusus. Konfigurasi senar yang digunakan pun cukup unik. Tidak hanya satu senar utuh dan disambungkan dengan umpan. Nanti anda akan menjumpai istilah-istilah flies, fly line, backing line dll. Kesemua bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi yang spesifik dan dirangkai dengan cara yang unik.


Dahulu mungkin teknik ini terkesan elit dan mahal, hanya sedikit orang yang menggunakannya. Tapi sekarang tidak lagi, alat yang digunakan sudah cukup mudah dijumpai di forum jual beli. Harganya pun beragam, bergantung pada kualitas nya. Bahkan jika dana anda benar-benar terbatas anda dapat menggunakan alat pancing “seadanya” dengan sedikit modifikasi. Sambil anda konsultasikan dengan temen-temen komunitas fly fishing yang ada di Indonesia, mereka pasti mau membantu. Lebih mudah lagi jika anda pengguna jejaring sosial facebook, banyak grup-grup tentang fly fishing yang anggotanya para pionir-pionir fly fishing di Indonesia. Mempelajari fly fishing semakin hari akan semakin mengasyikkan, karena selalu ada hal-hal detail yang menarik untuk kita pelajari. Sayangnya sumber-sumber bacaan yang ada biasanya dalam bahasa asing, mungkin sebagian orang akan merasa kesulitan untuk bisa cepat mengerti. Saya berusaha untuk menjembatani kesulitan tersebut dengan mulai menulis di blog ini. Monggo ditelusuri blog nya, semoga ada manfaatnya.



Sumber bacaan;
Orvis Fly - Fishing Guide, Tom Rosen Bauer, E-book.
Fly Fishing - The Life Time Sport, David & Cheryl Young, E-book
dll.

Umpan Fly Fishing (Flies)

Posted by Andy Nosh On 07:23 2 comments

Umpan fly fishing biasa disebut dengan flies. Karena sifatnya yang ringan dan pada awalnya memang teknik pembuatan umpan ini  digunakan untuk meniru serangga sehingga disebut flies. Hampir semua bentuk makanan ikan bisa dibuat  flies tiruan nya. Bisa menyerupai ikan kecil, kodok, cacing, udang, tikus, berbagai macam jenis serangga hingga pellet pun bisa dibuat flies tiruan nya. Bahkan ada jenis flies yang disebut attractor, ini tidak menyerupai makanan ikan (nonfeeding fish), umpan ini biasanya menggugah rasa penasaran ikan atau membuat ikan marah sehingga mau memangsannya.

Dalam buku The Fly Tying Bible, 2003, karangan Peter Gathercole. Flies dikelompokkan menjadi :
  1. Dry flies, umpan jenis ini di desain untuk mengapung diatas permukaan air. Seringnya bentuk flies ini menyerupai tahapan serangga dewasa.

  2. Nymph, flies ini merupakan tiruan bentukan larva dari hewan air. Dibuat dengan diberi pemberat agar dapat tenggelam dan mencapai kedalaman tertentu.
     

  3. Wet flies, flies yang sangat unik dengan bentukan nya yang indah, seluruhnya dibuat dengan bulu-bulu dan rambut alami. Berkesan serangga meski tidak dibuat mirip dengan serangga sesungguhnya.
     

  4. Hairwing & Streamer, kedua flies ini tujuan nya sama membuat tiruan ikan-ikan kecil, yang merupakan diet ikan-ikan predator. Perbedaan keduanya nya hanya pada material yang digunakan.
Saat ini pola-pola flies sudah berkembang sangat pesat. Anda tinggal pilih mana yg sesuai dengan ikan target anda. Atau anda bisa membuat bentuk flies baru dengan dasar pola-pola yang sudah ada.